Your Language

RAMALAN JODOH

Klik aja bro.. Trust me..!

Minggu, 29 Mei 2011

Kenapa harus aku?

Kenapa harus aku?
Pertanyaan ini sering kita dengar, atau bahkan sering kita ucapkan ketika kita sedang menghadapi permasalahan hidup yang berat. "Kenapa harus aku yang mengalami ini, kenapa bukan yang lain?"
Seharusnya kita melihat kembali, kepada siapa kita bertanya? Apakah kepada Dia yang memberikan hidup?

Kehidupan manusia tentu tak selalu mulus-mulus saja. Kadang Tuhan pun izinkan pencobaan terjadi dalam hidup kita, entah itu untuk menguji kita, entah itu untuk mengingatkan kita. Kadang pula kita merasa pencobaan yang kita alami terlalu berat sehingga kita tak sanggup menanggungnya. Karna itulah kita bertanya: “kenapa harus aku?”

Namun ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah memberi pencobaan yang melampaui kekuatan kita. Ingatlah selalu janji Tuhan itu. Bila kita mendapatkan pencobaan, Dia tau kemampuan kita, Dia tau kapasitas kita menghadapi pencobaan itu. Dia Maha Tahu, dan Dia tidak pernah salah mengukur kemampuan kita.

Jika kau rasa lelah dan tak berdaya menjalani pencobaan hidup, ingatlah kembali bahwa pencobaan yang kau alami adalah pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia. Seperti renda yang tampak rumit di belakangnya, padahal sesungguhnya ada karya luar biasa yang sedang dibuat untuk hidup kita. Percayalah bahwa kasih Allah ada di setiap pencobaan yang menimpa kita. Jadi jika kau bertanya: “kenapa harus aku?”, maka jawabnya adalah “karna kamu mampu, dan Tuhan mengasihimu."

Renungan: Jika Yesus yg bertanya: "Kenapa harus Aku yg disalib, bagaimana?"

Tuhan memberkati...!
Selengkapnya...

Rahasia hidup bahagia...

Seorang pria mendatangi Sang Guru, “Guru, saya sudah bosan hidup Sudah jenuh betul, Rumah tangga saya berantakan, Usaha saya kacau, Apa pun saya lakukan selalu berantakan Saya ingin mati saja”

Sang Guru tersenyum, “Oh, kamu sakit ?”
“Tidak Guru, saya tidak sakit Saya sehat,Hanya jenuh dengan kehidupanItu sebabnya saya ingin mati.”

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, Sang Guru meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu dinamakan Alergi Hidup.” Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan.

Kemudian tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Sungai kehidupan ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo.Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit.

Kita mengundang penyakit. Resistensi kita,penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal berumah tangga,bentrokan-bentrokan kecil itu lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini?

Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa, dan menderita. “Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku,” kata Sang Guru.

“Tidak Guru, tidak! Saya sudah betul-betul bosan. Saya tidak ingin hidup,” pria itu menolak tawaran sang guru. “Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?” “Ya,memang saya sudah bosan hidup.”
 ”Baiklah, kalau begitu maumu. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok petang.Besok malam kau akan mati dengan tenang.”

Giliran pria itu jadi bingung. Setiap guru yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat hidup. Yang satu ini aneh. Ia malah menawarkan racun. Tetapi karena ia memang sudah betul-betul jemu,ia menerimanya dengan senang hati.

Sesampai di rumah, ia langsung menenggak setengah botol “obat” dari Sang Guru. Dan… ia merasakan ketenangan yang dak pernah ia rasakan sebelumnya… Begitu santai! Tinggal 1 malam,1 hari,dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.

Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget! Sebelum tidur,ia mencium istrinya dan berbisik, “Sayang, aku mencintaimu.”

Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan Angin pagi menyegarkan tubuhnya dan ia tergerak untuk melakukan jalan pagi. Pulang ke rumah setengah jam kemudian, ia melihat istrinya masih tertidur.Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istri pun merasa aneh sekali.Selama ini, mungkin aku salah, “Maafkan aku,sayang.”

Di kantor, ia menyapa setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini,Boss kita kok aneh ya?” Dan sikap mereka pun langsung berubah.Mereka menjadilembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah.Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap perbedaan pendapat.Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang ke rumah petang itu, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda.Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Sayang,sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.” Anak-anakpun tidak ingin ketinggalan, “Pa, maafkan kami semua. Selama ini Papa selalu stress karena perilaku kami.

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Seketika hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum?

Ia mendatangi Sang Guru lagi.Melihat wajah pria itu, Sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, “Buang saja botol itu. Isinya air biasa kok.” “Kau sudah sembuh!Jika kau hidup dalam kekinian, jika kau hidup dengan kesadaran bahwa engkau bisa mati kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Hilangkan egomu, keangkuhanmu.

Jadilah lembut,selembut air,dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan bosan.Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah jalan menuju ketenangan.Itulah kunci kebahagiaan.”

Pria itu mengucapkan terima kasih, lalu pulang untuk mengulangi pengalaman sehari terakhirnya. Ia terus mengalir. Kini ia selalu hidup dengan kesadaran bahwa ia bisa mati kapan saja. Itulah sebabnya, ia selalu tenang, selalu bahagia!
Selengkapnya...

Apakah Anda sering dibohongi?

Tidak harus menjadi seorang psikolog untuk dapat mempelajari dan mengetahui bahwa seseorang sedang berbicara kebohongan atau kejujuran. Seorang psikolog yang sudah mahir dapat mengetahui persis pasiennya sedang berbohong atau tidak, seperti psikolog yang mewawancara Putri Diana saat itu. Dia menyatakan bahwa Putri Diana berkata jujur ketika diwawancarai perihal perselingkuhan suaminya, Pangeran Charles.
Anda pun bisa menganalisa seperti itu dengan latihan yang terus menerus tentu saja. Psikolog pun bisa karena mereka terbiasa membaca dan menganalisa orang setiap harinya.

1. Posisi tubuh dapat menjadi bukti yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong, karena disadari ataupun tidak disadari ada hubungan yang kuat antara pikiran dan ekspresi.

2. Nafas yang tiba-tiba. Dalam setiap kebohongan, detak jantung akan meningkat dan nafas akan menjadi dangkal/cepat. Biasanya pembohong akan mengambil nafas dalam-dalam untuk menenangkan perasaannya. Cara ini juga yang diterapkan oleh mesin pendeteksi kebohongan, yaitu dengan mengukur detak jantung orang yang sedang diinterogasi/diwawancara.

3. Kegelisahan di bagian-bagian tubuh. Hal ini dapat terlihat dengan berbagai cara, tergantung dari orangnya. Gerakan yang gugup akan menarik perhatian kita terutama dapat kita rasakan ketika kita berbicara dengan seseorang yang kita kenal dan orang tersebut melakukan gerakan yang tidak seperti biasanya. Berikut adalah contoh kegelisahan di bagian-bagian tubuh :
Gerakan tubuh yang maju-mundur, apakah dalam posisi duduk maupun berdiri.
Posisi yang tiba-tiba berubah. Sebagai contoh, lawan bicara kita sedang menyilangkan salah satu kakinya diatas kaki yang lain, dan ketika mulai menjawab pertanyaan kita, dia merubah posisi kakinya. Orang yang berbohong, sekalipun dia seorang profesional, akan merasakan ketidaknyamanan ketika dia berbohong. Tubuh akan selalu menyesuaikan perasaan kita tanpa kita sadari, jadi posisi yang tiba-tiba berubah ini adalah sinyal yang baik yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong.
Gerakan-gerakan yang tidak disadari dari tangan dan kaki. Sebagai contoh: menggoyangkan kaki, menggoyangkan tangan diatas meja, kedua tangan direkatkan kuat-kuat, kedua paha saling menekan bersama-sama. Jika lawan bicara kita sedang dalam posisi duduk dan kemudian ia merubah arah telapak kaki ke arah yang lain, itu juga merupakan tanda bahwa orang tersebut sedang berbohong.
Senyuman yang palsu. Senyuman identik dengan keakraban dan kepercayaan, dan para pembohong seringkali menyalahgunakannya. Jadi bagaimana membedakan senyuman pembohong? Para pembohong biasanya akan tersenyum cukup sering dan tiba-tiba, yang sebetulnya tidak pada tempatnya dia harus tersenyum.
Terlalu banyak aksi-aksi ’sok akrab’, seperti : menepuk punggung anda, menyentuh anda ataupun mendekatkan posisinya pada anda. Lawan bicara anda akan merasa kikuk ketika berbohong sehingga mereka akan menyembunyikan kekikukannya dengan melakukan tindakan-tindakan tersebut. Akan sangat sulit memutuskan bahwa seseorang sedang berbohong jika dia melakukan tindakan-tindakan yang bersahabat seperti itu. Ini adalah respon manusia yang alamiah. Tetapi tetap perlu diingat, bahwa jika anda merasa bahwa keakraban dari lawan bicara anda sudah berlebihan, berhati-hatilah.
Satu lagi, sebuah kata bijak yang sangat populer mengatakan bahwa “ketika seseorang berbohong akan terlihat jelas di matanya.”, mungkin anda juga pernah mendengarnya. Tapi bagi saya cara ini cukup sulit dilakukan dibandingkan cara-cara diatas.
Para pembaca yang budiman, mudah-mudahan nanti ketika anda sedang berbicara dengan seseorang, anda sudah dapat menganalisa apakah orang tersebut sedang berbohong kepada anda atau tidak.
Selengkapnya...